Berobat adalah salah satu kebutuhan vital umat manusia. Banyak orang rela mengorbankan apa saja untuk mendapatkan kesembuhan. Di sisi lain, para dokter adalah manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahan.Demikian juga paramedis yang bekerja di bidang pelayanan kesehatan. Kemajuan teknologi tidak serta merta menutup pintu kesalahan. Meski pada dasarnya memberikan pelayanan sebagai pengabdian, mereka juga bisa jadi tergoda oleh keuntungan duniawi, sehingga mengabaikan maslahat pasien.
Karenanya diperlukan aturan yang adil yang menjamin ketenangan bagi pasien danpada saat yang sama memberikan kenyamanan bagi para profesional bidang kesehatan dalam bekerja. Tentu Islam sebagai syariat akhir zaman nan paripurna telah mengatur semuanya. Tulisan ini mencoba menggali khazanah literatur para ulama Islam dalam hal ini.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan Adam ‘alaihissalaam dari tanah, menciptakan keturunannya dari tulang dada dan sulbi, merekatkan sanak keluarga dengan hubungan kekerabatan dan nasab, menganugerahkan kepada kita ilmu pengetahuan, mendidik dengan baik di waktu kecil dan menjaga di waktu muda, menganugerahkan keturunan yang kita harapkan dengan kehadiran mereka kita mendapat ganjaran yang besar.
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetapmendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami beriampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hariterjadinya hisab (hari kiamat)”. (QS.14: 40-41)
Ketika aku mengetahui kemuliaan dari menikah dan keutamaan mempunyai anak, serta aku pun selesai menghatamkan Alquran, aku berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menganugerahiku 10 anak. Aku pun di anugerahi-Nya 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Kemudian 2 anak perempuan dan 4 anak laki-laki meninggal dunia, yang tersisa dari anak laki-laki hanyalah Abu Alqosim. Aku berharap agar Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan padanya generasi yang shalih, dan mengabulkan harapan dan tujuanku padanya.
Daurah Universitas Islam Madinah (UIM) akan kembali menyapa Indonesia tahun ini. Serambimadinah.net mendapatkan informasi dari beberapa sumber bahwa daurah tahun ini insyaallah akan dilaksanakan pada 22 Rajab 1434 H/ 1 Juni 2013 di empat tempat berikut:
Assalamu 'alaykum, Bolehkah seseorang memiliki beberapa nama sebagaimana Rosululah juga memiliki nama lain. (Abu Muhammad, Jakarta)
Jawaban:
Saudara Abu Muhammad, semoga Allah memberkahi anda sekeluarga. Hukum asal dalam bab muamalah adalah boleh. Segala sesuatu boleh, sampai ada dalil yang melarangnya. Sedangkan dalam bab ibadah, hukum asalnya adalah haram. Setiap ibadah adalah haram, sampai ada contohnya dari Nabi -shallallah ‘alaihi wasallam-. Hal yang anda tanyakan di atas termasuk bab muamalah, dan saya tidak mengetahui ada dalil yang melarang pemberian nama lebih dari satu. Namun lebih baik lagi jika namanya cukup satu saja dan nama yang lain diberikan dalam bentuk kunyah, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi -shallallah ‘alaihi wasallam- dan para sahabat. Misalnya: Abul Qasim, Abu Muhammad, Abu Abdirrahman, Ummu Salman, Ummu Aiman, dan sebagainya.
Assalammu'alaikum. Barakallahu fik.Ustadz, ana mau tanya tentang HIPNOTIS menurut Al Qur'an dan Sunnah. Apakah itu termasuk musyrik???Jazakallahu khairan Berikut ini jawaban para ulama dalam komi...
Assalammu'alaikum.Ustadz saya mau tanya tentang hukum "Multi Level Marketing" dalam syariat Islam menurut Al Qur'an dan As Sunnah??? Jazakullah Khairan.................................................. Berikut ini jawaban para ulama da...
Pertanyaan Ass. Wr. Wb.Yth. para ustadzKiranya bolehkah saya bertanya mengenai hukum atau cara apa yang harus saya sikapi untuk istri yang berselingkuh?Perselingkuhan itu sendiri terjadi 2 waktu, pertama ...
S. Benarkah ungkapan” Kebenaran yang tidak teroganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir rapi” bersumber dari Ali ibn Abi Talib? Jika benar apa maksudnya? dan bolehkah ini dijadikan sebagai dasar ...
“Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” HR Muslim
"Ketahuilah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”.(Bukhari & Muslim)
“Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak". (HR Bukhari dan Muslim)