Prof. Dr. Ibrahim bin 'Ali al-'Ubaid –hafizhahullah-, Wakil Rektor Universitas Islam Madinah (UIM) dan Ketua Daurah UIM di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, menekankan pentingnya kelengkapan berkas bagi para pelajar yang berminat mendaftar di UIM. Banyak calon mahasiswa yang akhirnya tidak lulus karena berkas tidak lengkap atau data yang dimasukkan tidak sesuai dengan berkas yang dilampirkan. Beliau menekankan hal ini saat menerima kunjungan dari rombongan guru PM Darussalam Gontor -tuan rumah Daurah UIM dalam beberapa tahun terakhir-, pada pertengahan bulan Maret tahun 2013 M.
Oleh: Akhyar Hadi, Mahasiswa Univ. Islam Madinah angkatan 1433 H
Juara I Kategori: Lomba Karya Tulis Bebas Pekilo UIM
Lelaki itu seperti lelaki tua biasa. Biasanya lelaki tua sepertinya ditemui di lambung Masjid Nabawi, sebagai jamaah umroh akibat terlalu lama menunggu giliran haji. Atau lelaki tua sepertinya ada di sawah, kelelahan mencangkul walau matahari baru naik setengah. Bisa juga lelaki sepertinya kita temui sedang duduk-duduk di teras sambil menghias pot bunga, membersihkan rumput, dan menanam pohon kecil di pekarangan. Atau, kalau kita menyaksikan berita banjir di TVRI, lelaki seperti ini biasanya diwawancarai karena terlambat mendapat jatah bantuan mie instan. Dia jenis lelaki yang mudah didapati. Lelaki tua yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Diusianya yang sudah memasuki kepala enam, wajar jika seluruh rambut di kepalanya memutih. Tiap-tiap helai itu adalah gambaran masalah yang dilaluinya, guratan-guratan kerut di wajahnya adalah lambang goresan waktu yang jemawa. Tangan kanan dan kirinya tak lagi sekuat dulu. Bahunya yang dulu kekar, kini mulai kurus dan membungkuk. Ototnya lemah. Kadang dia beristighfar sambil menarik napas panjang ketika lelah. Tapi kawan, matanya istimewa. Di situlah pusat gravitasi pesona dirinya. Matanya itu, sang jendela hati, adalah layar yang mempertontonkan jiwanya yang tak pernah kosong. Seseorang yang biasa kucium tangannya. Ayah, kupanggil ia.
As-Salamu'alaykum. Apakah hukumnya melaksanakan kegiatan BMT (Baitul Mal Wat-Tamwil) di ruangan masjid yang digunakan untuk shalat? seperti pembicaraan simpan pinjam, dan lain-lain yang sifatnya tamwil al-mal?. Pengurus BMT melaksanakan kegiatan seperti ini dalam masjid dengan alasan, bahwa pada masa Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam baitul mal juga dilaksanakan di masjid. Benarkah cara berdalil demikian?, apakah sama antara baitul mal pada masa Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam dengan BMT yang ada sekarang?, bukankah pada masa Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam itu kegiatan baitul mal itu tidak ada unsur bisnisnya (tamwil)?, bukankah mengumumkan barang hilang dan berjual beli dilarang dalam masjid?. Syukran, jazakumullahu khayran. Was-Salamu 'alaykum. [Ttd: Abul-Hasan]
Seperti telah diketahui oleh khalayak ramai, pada tanggal 22 JanuarI 2012 telah terjadi sebuah kecelakaan maut yang mengejutkan masyarakat di Indonesia. Sejauh ini beberapa faktaterpenting yang tercatatdari peristiwa ini adalah sebagai berikut:
1. Mobil yang menabarak dikemudikan oleh seorang wanita dan ditumpangi oleh tiga orang temannya.
2.Mobil tersebut menabrak sekelompok orang yang berada di trotoar, tiga belas orang menjadi korban, dan sembilan di antaranya akhirnya meninggal dunia.
3.Pengemudi mengaku bahwa rem mobil blong, namun penyelidikan menunjukkan bahwa rem dalam keadaan baik.
4.Sebelum kecelakaan terjadi, para penumpang mobil telah melakukan pesta minuman keras dan obat terlarang.
Pada umumnya, para jamaah haji dijadwalkan untuk mengunjungi kota Madinah sebelum atau sesudah penyelenggaraan ibadah haji. Mereka sangat bersemangat berkunjung ke Madinah meski ziarah ini tidak ada hubungannya dengan ibadah haji. Hal ini tidak aneh karena Madinah memiliki kedudukan yang tinggi dalam sejarah penyebaran Islam. Ke tempat inilah Nabi Muhammad berhijrah untuk kemudian menghabiskan umur beliau dalam menyemai dakwah Islam di sana. Maka meski ibadah haji tetap sah tanpa ziarah ke Madinah, para jamaah haji selalu merasa ada yang kurang jika tidak berkunjung ke sana. Di antara ibadah yang biasa dilakukakan para jamaah haji selama di kota ini adalah shalat arba’in di Masjid Nabawi. Tulisan ini mencoba menelisik beberapa segi dari ibadah ini agar para pembaca bisa mengetahui kedudukannya dalam Islam.
Assalammu'alaikum. Barakallahu fik.Ustadz, ana mau tanya tentang HIPNOTIS menurut Al Qur'an dan Sunnah. Apakah itu termasuk musyrik???Jazakallahu khairan Berikut ini jawaban para ulama dalam komi...
Assalammu'alaikum.Ustadz saya mau tanya tentang hukum "Multi Level Marketing" dalam syariat Islam menurut Al Qur'an dan As Sunnah??? Jazakullah Khairan.................................................. Berikut ini jawaban para ulama da...
Pertanyaan Ass. Wr. Wb.Yth. para ustadzKiranya bolehkah saya bertanya mengenai hukum atau cara apa yang harus saya sikapi untuk istri yang berselingkuh?Perselingkuhan itu sendiri terjadi 2 waktu, pertama ...
S. Benarkah ungkapan” Kebenaran yang tidak teroganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir rapi” bersumber dari Ali ibn Abi Talib? Jika benar apa maksudnya? dan bolehkah ini dijadikan sebagai dasar ...
“Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” HR Muslim
"Ketahuilah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”.(Bukhari & Muslim)
“Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak". (HR Bukhari dan Muslim)