Home ARTIKEL Akidah Ternyata kesyirikan di zaman kita lebih parah…
Ternyata kesyirikan di zaman kita lebih parah… PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 13 March 2009 14:37
Share
Para pembaca yang budiman, diantara musibah besar yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah acuh terhadap urusan agama dan sibuk dengan urusan dunia. Oleh karena itu banyak diantara mereka yang terjerumus ke dalam hal-hal yang diharamkan Alloh karena sedikitnya pemahaman tentang permasalahan-permasalahan agama. Dan jurang terdalam yang mereka masuki yaitu lembah hitam kesyirikan.
Perbuatan dosa yang paling besar inipun begitu samar bagi kebanyakan manusia karena kejahilan mereka dan rajinnya setan dalam meyesatkan manusia sebagaimana yang dikisahkan Alloh tentang sumpah iblis, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus," (Al-A'rof : 16). Bahkan kesyirikan hasil tipudaya iblis yang terjadi pada masa kita sekarang ini lebih parah daripada kesyirikan yang terjadi pada zaman Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam..!! Kenapa bisa demikian?
 
Kemusyrikan jaman dahulu hanya di waktu lapang
 
Sesungguhnya orang-orang musyrik pada zaman Rosululloh melakukan kesyirikan hanya ketika dalam keadaan lapang saja. Namun tatkala mereka dalam keadaan sempit, terjepit, susah dan ketakutan mereka kembali mentauhidkan Alloh, hanya berdo'a kepada Alloh saja dan melupakan segala sesembahan selain Alloh. Hal ini sebagaimana dikabarkan oleh Alloh tentang keadaan mereka, " Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih."(Al-Isra' : 67). "Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Alloh) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka." (Az-Zumar : 8). 
Itulah keadaan musyrikin zaman dahulu, lalu bagaimana keadaan musyrikin pada zaman kita ini? Ternyata sama saja bagi orang-orang musyrik zaman kita ini, baik dalam waktu lapang ataupun sempit, tetap saja mereka menjadikan bagi Alloh sekutu. Tatkala punya hajatan (misalnya pernikahan, membangun rumah ataupun yang lainnya) mereka memberikan sesajen ke tempat-tempat yang dianggap keramat. Tatkala suatu ketika terkena musibah, mereka beranggapan bahwa mereka telah kuwalat terhadap yang mbaurekso (jin penunggu) kampungnya kemudian meminta ampun dan berdoa kepadanya agar menghilangkan musibah itu atau pergi ke dukun untuk menghilangkannya. Ini adalah bentuk kesyirikan kepada Alloh yang amat nyata. Alloh berfirman, "Hanya bagi Alloh-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan sesuatu yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka."(Ar-Ro'du : 14)

Sesembahan musyrikin dulu lebih mending solehnya

Orang-orang musyrik pada zaman Rosululloh Sholallohu 'alaihi wasallam menjadikan sekutu bagi Alloh dari dua kelompok, yang pertama adalah hamba-hamba Alloh yang sholeh, baik dari kalangan para nabi, malaikat ataupun wali. Dan yang kedua adalah seperti pohon, batu dan lainnya. Lalu bagaimana keadaan orang-orang musyrik zaman kita? Saking parahnya keadaan mereka, orang-orang yang telah mereka kenal sebagai orang suka berbuat maksiatpun mereka sembah dan diharapkan berkahnya. Lihat betapa banyak orang yang berbondong-bondong ngalap berkah ke makam Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan di Gunung Kemukus, Sragen. Diceritakan bahwa mereka berdua adalah seorang anak dan ibu tiri (permaisuri raja) dari kerajaan Majapahit yang berselingkuh, kemudian mereka diusir dari kerajaan dan menetap di Gunung Kemukus hingga meninggal. Konon sebelum meninggal Pangeran Samudro berpesan bahwa keinginan peziarah dapat terkabul jika melakukan seperti apa yang ia lakukan bersama ibu tirinya. Sehingga sebagai syarat “mujarab” untuk mendapat berkah di sana, harus dengan berselingkuh dulu..!! Allohu Akbar

Musyrikin jaman dahulu tidak menyekutukan Alloh dalam Rububiyah-Nya 

Tauhid rububiyah adalah mengikrarkan bahwa Allohlah satu-satunya pencipta segala sesuatu, yang memberikan rizki, yang menghidupkan dan mematikan serta hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Alloh. Ini semua diakui oleh orang-orang musyrik zaman dahulu. Dalilnya adalah firman Alloh, " Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Alloh", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Alloh )?."(Az-Zukhruf : 87). Juga firman-Nya, "Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Alloh." Maka katakanlah "Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"(Yunus : 31). 
Akan tetapi titik penyimpangan mereka yaitu kesyirikan dalam tauhid uluhiyah (mengikrarkan bahwa hanya Alloh sajalah yang berhak ditujukan kepada-Nya segala bentuk ibadah, seperti do'a, nadzar, menyembelih kurban dan lain-lain). Inilah yang diingkari oleh musyrikin zaman dulu. Mereka berdoa kepada patung atau penghuni kubur bukan dengan keyakinan bahwa patung itu bisa mengabulkan do'a mereka atau punya kekuasaan untuk mendatangkan keburukan, namun yang mereka maksudkan hanyalah supaya patung (sebagai perwujudan dari orang sholeh) atau penghuni kubur itu dapat menyampaikan do'a mereka kepada Alloh. Mereka berkeyakinan bahwa orang sholeh itu yang telah diwujudkan/dilambangkan dalam bentuk gambar/patung tersebut mempunyai kedudukan mulia di sisi Alloh. Sementara mereka merasa banyak berbuat dosa dan maksiat, sehingga tidak pantas meminta langsung kepada Alloh, tetapi harus melalui perantara. Inilah yang mereka kenal dengan meminta syafa'at pada sesembahan mereka Mereka (orang-orang musyrik) mengatakan, "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat- dekatnya."(Az-Zumar : 3). 
Lalu bagaimana keadaan musyrikin sekarang ini? Diantara mereka ada yang berkeyakinan bahwa yang memberikan jatah ikan bagi nelayan, yang mengatur ombak laut selatan adalah Nyi Roro Kidul. Sungguh tidak seorangpun dapat menciptakan seekor ikan kecilpun, ini adalah hak khusus Alloh dalam rububiyah-Nya, tetapi mereka menisbatkannya kepada Nyi Roro Kidul. Allohu akbar, betapa keterlaluan dan lancangnya terhadap Pencipta alam semesta!!! Sehingga tidaklah heran pula jika banyak diantara masyarakat yang takut memakai baju hijau tatkala berada di pantai selatan, karena khawatir ditelan ombak yang telah diatur oleh Nyi Roro Kidul. 
Lihatlah, betapa orang-orang musyrik zaman dahulu lebih berakal daripada orang-orang musyrik sekararang ini. Karena maraknya bentuk-bentuk kesyirikan dan samarnya hal tersebut sudah seharusnya setiap kita untuk mempelajari ilmu tauhid agar dapat menghindarkan diri sejauh-jauhnya dari segala macam bentuk kesyirikan. Sungguh betapa jahilnya orang yang mengatakan “Untuk apa belajar tauhid sekarang ini?”. Akhirnya kita memohon kepada Alloh agar memberikan kepada kita taufik dan menjauhkan diri kita dari berbagai macam bentuk kesyirikan yang merupakan sebab kehancuran di dunia maupun di akhirat. Wallohu A'lam. (Ibnu 'Ali Al-Barepany).
Comments (13)
  • Muhammad Abduh Tuasikal  - Saran
    Bagusnya ustadz-ustadz Madinah yang mengisi kolom Syariah ini bukan mahasiswa UGM. Semoga bisa menjadi masukan yang bisa diterima.

    Barakallahu fiikum.
  • Administrator
    kpd akh Abduh Tuasikal
    wa fiikum baarakallahu.
    InsyaAllah situs ini kedepan akan diisi oleh ustadz-ustadz mahasiswa univ. islam madinah dan juga tholibul ilmi di madinah dan saudi arabia secara umum. Adapun artikel dari buletin At Tauhid yang ada di awal-awal situs ini dikarenakan ketika merancang situs ini belum ada artikel yg masuk pada kami dari ustadz-ustadz maka untuk mengisi kekosongan tersebut kami ambilkan materi dari buletin at tauhid. jazakallahu khairan atas sarannya.
  • Muh Haris Miyanto
    Assalamu alaikum warah matullahi wabarakaatuh, jazakallahu khairan ,Artikelnya menambah kita semangat untuk belajar Tauhid
  • Abdulloh
    Al Ilmu laa yuzanu bi tholibil ... au ghoirihi. 'Afwan. (walapun memang lulusan dari ... lebih sangat diharapkan tentang keilmuannya).
    Jazakallohu khoiron artikel tauhidnya, sangat bermanfa'at bagi kaum muslimin.
  • mohan  - muhasib
    Ass, kaifa haluka ya ustad? kullu am waantum bi khoir,, jazakallahu khairan ,Artikelnya menambah kita semangat untuk belajar Tauhid,, oya ustad,, ana minta pendapat antum semua,, bagaimana caranya biar artikel ini bisa di print dan di sebarkan di seluruh masjid2 di indonesia,, sebab kl cuma di internet yang baca nya sangat terbatas, apa lagi di web da'wah, orang jarang mampir, dan yang mampirpun belum tentu mau baca sampe tamat,, sedangkan masyarakat yang tdk punya pasilitas internet kemungkinan mereka lebih mau membaca dan mengamalkannya,,saya lihat di masjid2 di ksa banyak sekali artikel2 da'wah yang di sebarkan di mesjid2, dan alhamdulillah banyak orang mengambil manfaatnya... kita sadar bahwa tidak semua orang akan mau membeli buku agama apa lagi budaya membaca di kalanga orang islam sangat rendah.. semoga orang2 yang memperjuangkan da'wah2 ini selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT..
  • Abu Rafsya  - Syirik Dustur
    Asswrwb. Kalau bisa dibahas juga ustad tentang syirik dustur/hukum. bukankah menentukan hukum juga bagian dari tauhid rububiyah ?...
  • ilhamuddin  - pertanyaan
    assalamualaikum ust,saya mw bertanya tentang hukum yasinan,sykron
  • Nashir ibn Luqman
    Memang benar itulah realitas bangsa qt yg masih jauh dri cahaya Tauhid.tgas tiap muslim dakwah ssuai potensi&kmampuan yg tlh Alloh anugrahkan kpd qt dgn maksimal.
    Palagi diperparah oleh kyai2 ato pondok yg mngusung&mempertahankan tradisi pembugaran/pemegahan makam2 para Kiyai.trutama di pondok2 Nahdliyin.apakah mrka tdk prnah membaca hadits Nabi yg melarang membangun kubur,mengecat,&memberi lampu.Allohu Musta'an.
  • NanetteFISHER35  - respond this post
    When you are in the corner and have got no cash to move out from that, you would require to receive the loans. Just because that will aid you definitely. I take car loan every year and feel great because of that.
  • essay writing services  - answer this post
    The essay writing service should be created especially for students, just because they really need the literary essays written perfectly.
  • writers job  - respond this topic
    I’m almost sure, a lot of people know about this post from writing jobs service.
  • abdullah  - kafir atau islam???
    assalamu'alaikum ust...saya mau nanya...krn masalah ini sllu mengganjal hati saya.dan saya juga tidak teneng,takut amal saya tidk diterima....
    apakah saya kafir atau tidk???dlu saya pernh berkata,saya tidk percaya ALLAH ta'ala,tpi percaya dengan agama kristen,tpi tidk ada yg dengar kecuali saya..saya bilang itu,karena dulu saya merasa ALLAH ta'ala tdk pernah mengabulkan doa2 saya,padahal saya dulu sudh belajar agama dipondok,saya bilang itu ketika umur 16 klo tdk lupa,,,mungkin karena pemikiran saya masih kecil,jaDI BELUM TERLALU PAHAM DENGAN hidup.saya berkata itu,mungkin ada 3 kali,,,apakh saya kafir ust???tpi skrg saya tdk pernah seperti itu lagi....karena saya sadar...tpi apakah saya masih islam ust???mohon jawaban ust,,,jazakumuLLAH ta'ala
  • ilhamuddin  - pertanyaan
    ust,apa hukum yasinan????
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

KONSULTASI AGAMA

Hukum Hipnotis

News image

Assalammu'alaikum. Barakallahu fik.Ustadz, ana mau tanya tentang HIPNOTIS menurut Al Qur'an dan Sunnah. Apakah itu termasuk musyrik???Jazakallahu khairan Berikut ini jawaban para ulama dalam komi...

Baca Selengkapnya

Bolehkah Kita Berwudhu Di Kamar Mandi?

News image

Pertanyaan: Assalamu'alaikum. Ustadz, ana mau tanya, bolehkah kita berwudhu di kamar mandi? (Indrawan Saputra)Jawaban: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillaah khairil anbiyaa'I wal mursaliin wa '...

Baca Selengkapnya

Hukum MLM (Multi Level Marketing)

News image

Assalammu'alaikum.Ustadz saya mau tanya tentang hukum "Multi Level Marketing" dalam syariat Islam menurut Al Qur'an dan As Sunnah??? Jazakullah Khairan.................................................. Berikut ini jawaban para ulama da...

Baca Selengkapnya

Istriku Berselingkuh, Apa Yang Harus Aku

News image

Pertanyaan Ass. Wr. Wb.Yth. para ustadzKiranya bolehkah saya bertanya mengenai hukum atau cara apa yang harus saya sikapi untuk istri yang berselingkuh?Perselingkuhan itu sendiri terjadi 2 waktu, pertama ...

Baca Selengkapnya

Benarkah Kebenaran yang Tak Teroganisir

S. Benarkah ungkapan” Kebenaran yang tidak teroganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir rapi” bersumber dari Ali ibn Abi Talib? Jika benar apa maksudnya? dan bolehkah ini dijadikan sebagai dasar ...

Baca Selengkapnya
-
+
1

MUTIARA HADITS

RSS

RSS
RocketTheme Joomla Templates